Posted in Diary Cuap Cuap

Kunjungan ke Pulau Karampuang

Karampuang, salah satu destinasi wisata yang ada di kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Letaknya sih nggak jauh. Jaraknya kurang lebih sekitar 3 kilometer dari kota. Kalau kita berdiri di anjungan Pantai Manakarra, pulau itu terlihat sangat jelas.

Masyarakat kadang menyebutnya pulau buaya karena jika dilihat bentuknya seperti buaya. Karampuang sendiri berasal dari bahasa Mamuju yang berarti bulan. Namun ada versi lain tentang nama pulau itu. Kara artinya karang, batu, atau pulau; Puang berarti bangsawan atau raja. Konon katanya disana menjadi tempat persembunyian para raja dari kejaran tentara Belanda di masa kolonialisme.

Hari ini saya dan teman-teman berkunjung ke sana. Rencananya kami ingin cek lokasi untuk kegiatan  yang akan kami lakukan pekan depan. Dari tempat pelelangan ikan, kami naik perahu motor yang biasa disebut katinting. Waktu tempuhnya kurang lebih 25 menit dengan biaya sekitar Rp 10.000,- sekali jalan.

Dermaga kayu adalah hal pertama yang menyambut kami. Panjangnya kurang lebih sekitar 500 meter. Air laut disekitarnya sangat bersih dan jernih. Kita bisa melihat bintang laut dan bulu babi dari atas dermaga. Kalau mau masuk, ada biaya retribusi sebesar Rp 2000,-. Kata bapak tukang karcisnya, biaya itu digunakan untuk pengelolaan sampah di sekitar area wisata.

Karena hanya ingin cek lokasi di sekitaran pantai, kami memutuskan untuk tidak berenang. Padahal cuaca sangat mendukung. Kata orang, kalau tak berenang di Karampuang rasanya tidak lengkap, karena tak bisa menikmati keindahan bawah lautnya. Makanya, bagi penggemar snorkling atau skin diving sering berdatangan di pulau ini.

Setelah sedikit banyak mendapatkan informasi yang kami butuhkan dari warga yang berjualan di sekitar pantai, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kebun warga yang berada di tengah pulau. Dua hari sebelumnya, saya sempat melihat dokumentasi dari teman bahwa ada butternut squash (sejenis labu) yang dibudidayakan di pulau ini. Saya pun tertarik ingin melihatnya. Katanya, kebun buah ini akan menjadi salah satu destinasi agrowisata di Karampuang.

Untuk menuju kesana, kami cukup berjalan kaki saja sekitar 1 kilometer. Letak kebunnya tidak jauh dari sumur kapal (sumur yang berbentuk kapal). Beruntung saat kami sampai, sang penjaga kebun ada di sana dan membolehkan kami untuk masuk dan melihat-lihat. Ini pertama kalinya kami melihat buah labu berbentuk seperti kacang.

Kata si bapak penjaga kebun, budidayanya mirip dengan labu biasa. Pupuk yang dipakai pun adalah pupuk cair dari kotoran kambing. Sayangnya, belum ada buah yang matang. Katanya, seminggu lagi baru panen. Bertepatan dengan kegiatan kami. Ahh,, semoga bisa icip-icip buah labunya pekan depan.

Advertisements
Posted in Diary Cuap Cuap

Kenapa yah stok darah di UTD selalu kurang?

“Kenapa stok darah di PMI selalu kekurangan yah?”

Pertanyaan ini terlontar semalam dari seorang teman KI Wajo, sebut saja Kak Arwin (nama asli dia sih ini, hehhe…), ketika Kak Eka mencari pendonor golongan darah B untuk kakaknya yang sedang pendarahan.Screenshot_36

Nah, menurut Kak Mail, salah seorang anggota PMI di sana, ada beberapa alasan kenapa stok darah di PMI biasanya berkurang.  Apa saja ? Continue reading “Kenapa yah stok darah di UTD selalu kurang?”

Posted in Diary Cuap Cuap

New Lifestyle, Apartemen menjadi pilihan

Tinggal di apartemen yang mewah nan kece, siapa yang akan menolak?

Ya, tinggal di apartemen sangat menguntungkan, terlebih bagi sebagian orang yang memang hidupnya berkecukupan. Menempati sebuah apartemen, baginya menggambarkan gaya hidup yang modern dan mewah. Apalagi saat ini trend untuk tempat tinggal telah berkembang jauh ke apartemen.

vida3

Keterbatasan lahan untuk mendirikan bangunan horizontal & tuntutan gaya hidup yang serba praktis dan efisien menjadi salah satu pemicunya.Olehnya itu, sekarang banyak para pengembang (developer) nasional yang kini menerapkan konsep bangunan campuran (mixed used) pada hunian apartemen sebagai produk andalannya. Properti dengan konsep mixed used ini muncul karena keinginan masyarakat yang enggan berpindah-pindah tempat dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Continue reading “New Lifestyle, Apartemen menjadi pilihan”

Posted in Diary Cuap Cuap

Dan cintaku bersemi di Kelas Inspirasi Mamuju#2

Hayoo.. pasti kalian ngebayangin sesuatu yang bukan-bukan waktu baca judulnya khan?.. hihihi
Sebelum saya mengupas habis si Judul, saya mau menceritakan yang lain dulu yah.

Ini tentang awal mula saya bergabung sebagai Relawan Panitia Kelas Inspirasi Mamuju#2.
Tadinya saya ingin mendaftar sebagai Relawan Pengajar, sama seperti tahun lalu. Tapi, saya tergoda oleh ajakan kak Misna untuk bergabung sebagai panitia. Ya, beliau juga sama sepertiku, Relawan Pengajar di Kelas Inspirasi Mamuju#1.
“Hayuk Min, kemarin kan sudah nyoba jadi pengajar. Sekarang nyoba jadi panitia yuk, biar pengalamannya nambah,” katanya waktu itu.
Hmm.. setelah dipikir-pikir, benar juga apa kata beliau. Ya, apa salahnya kali ini mencoba menjadi panitia. Setidaknya untuk menjadi Relawan Pengajar lagi, mungkin saya bisa coba di kota lain.
Dengan tekad yang bulat dan dengan mengucapkan basmalah, kumantapkan hati untuk mendaftar sebagai panitia.. dan Alhamdulillah,, diterima 🙂 Continue reading “Dan cintaku bersemi di Kelas Inspirasi Mamuju#2”

Posted in Diary Cuap Cuap

Untuk Kamu.. Ya, kamu.. Relawan Panitia KImmj#2

Dua bulan berlalu. Tak terasa yah? Ternyata pertemuan kita sudah selama itu. Dari kopdar pertama yang hanya empat orang hingga kopdar terakhir yang.. heyy.. kitanya hampir komplit. Dan lagi-lagi,, banyak hal yang kuterima dari kalian. Maaf untuk segala kepanikan yang saya buat… Maaf karena jadi yang paling bawel selama di grup dan kopdar… dan maaf untuk setiap kesalahan yang selalu saya lakukan.

Continue reading “Untuk Kamu.. Ya, kamu.. Relawan Panitia KImmj#2”

Posted in Diary Cuap Cuap

Dialah sang Jolang.. Jomblo Petualang :D

Namanya Awal Kurniawan. Saya dan teman-teman biasa memanggilnya Awa’, kak Awal, Daeng Awal, Awalone, Om Awal, atau mungkin sudah ada yg menyebutnya ‘ayah’.. hahahha 😀
Beliau adalah teman sekolah saya semasa SD dulu dan ALHAMDULILLAH sampai sekarang kami masih temenan.

Aktifitas beliau sekarang, nggg… setahu saya, ia lagi berjuang untuk menyelesaikan thesis di Unhas, masih aktif juga di kampus pertamanya di UIN, aktif di berbagai komunitas, ngg.. Apalagi yah?
Sifatnya?? Jangan tanya saya deh.. Ketemu aja langsung ma orangnya, hehehhe…  Yang jelas, beliau banyak membantu saya, banyaaaakk banget.. baik yah orangnya ??  🙂 Continue reading “Dialah sang Jolang.. Jomblo Petualang :D”

Posted in Diary Cuap Cuap

My First Met With Her

Pagi ini (10/02/2015), ALLAH kembali menguji niatku untuk bertemu dengan Relawan Kelas Inspirasi dari luar kota. Setelah dulu gagal bertemu dengan Kak Fia (KI Polman) dan Kak Ikes (KI Sulsel), kini giliran Kak Khaera (KI Majene) yang ingin saya temui. Berdasarkan kesepakatan semalam, jam 06.05 pagi, saya pergi ke rumah tempat kak Khaera menginap.

Namun tak disangka, di tengah perjalanan, Si Alvin (sepeda) berulah. Bannya kempes di sekitaran BTN Ampi. Masih ada ratusan meter lagi utk sampai ke BTN Batulaya di sekitaran Kantor Kelurahan Karema.

“Huaaahh,, kenapa sekarang?” jeritku dalam hati.

Ya, sepagi ini belum ada satupun bengkel yang buka. Kejadian tahun lalu pun seketika terngiang di kepala. Ban sepedaku pernah bocor di daerah sana dan saya harus menggotong sepeda hingga menemukan bengkel yang menyediakan ban sepeda. Maklum, di kota ini masih jarang bengkel yang menyediakan perlengkapan sepeda. Continue reading “My First Met With Her”