Posted in CerpenKu

#KisahSekepingHati

Bila itu takdir, maka kita akan bertemu lagi

Ya, bertemu… sama seperti waktu itu

Namanya Kak Ian, lengkapnya Rian Prayuda. Sosok pria yang kukenal dalam sebuah event dua tahun lalu. Kala itu, aku mendaftarkan diri sebagai peserta sedangkan ia terlibat sebagai panitia. Saat pertama kali melihatnya, ia mengingatkanku pada seorang kawan lama yang hingga saat ini tak pernah lagi kudengar kabarnya, Rafa. Ya, seorang kawan lama yang pernah mengisi hari-hariku.
Tak kusangka gayung bersambut. Sebuah message yang kusampaikan pada Kak Ian lewat akun FB, yang berisi foto dirinya saat kepanitiaan, dibalasnya. Dari situ lah awal aku mengenal Kak Ian. Karena saat event berlangsung, aku sama sekali tak pernah berbicara dengannya. Meskipun begitu, aku tak berani mengenalnya lebih jauh. Chatbox itu hanya berisi fotonya dan ucapan terima kasih darinya. Hanya itu.

Setahun berlalu,  event yang sama diadakan kembali. Tadinya aku ingin mendaftarkan diri sebagai peserta untuk kedua kalinya. Namun, seniorku, Mira, mengajakku untuk bergabung sebagai panitia.
“tahun lalu kamu udah daftar jadi peserta kan Kirana? Gimana kalau tahun ini kamu daftar jadi panitia saja?” ujarnya.

“hmm.. boleh juga tuh kak. Lumayan buat nambah pengalaman,” jawabku menyetujui sarannya.

Akhirnya kudaftarkan diriku sebagai panitia event itu.

Beberapa hari kemudian, sebuah SMS kuterima. Silahkan hadir pada hari Ahad sore untuk mengikuti rapat perdana. Begitulah kira-kira isi pesannya. Ternyata permintaanku sebagai panitia diterima. Segera kuhubungi kak Mira untuk memastikan apakah beliau mendapatkan pesan yang sama. Dan benar saja, kak Mira juga lulus seleksi. Sayangnya, beliau tak bisa hadir hari itu. Ia masih berada di luar kota. Continue reading “#KisahSekepingHati”