Posted in Diary Cuap Cuap

Dan cintaku bersemi di Kelas Inspirasi Mamuju#2

Hayoo.. pasti kalian ngebayangin sesuatu yang bukan-bukan waktu baca judulnya khan?.. hihihi
Sebelum saya mengupas habis si Judul, saya mau menceritakan yang lain dulu yah.

Ini tentang awal mula saya bergabung sebagai Relawan Panitia Kelas Inspirasi Mamuju#2.
Tadinya saya ingin mendaftar sebagai Relawan Pengajar, sama seperti tahun lalu. Tapi, saya tergoda oleh ajakan kak Misna untuk bergabung sebagai panitia. Ya, beliau juga sama sepertiku, Relawan Pengajar di Kelas Inspirasi Mamuju#1.
“Hayuk Min, kemarin kan sudah nyoba jadi pengajar. Sekarang nyoba jadi panitia yuk, biar pengalamannya nambah,” katanya waktu itu.
Hmm.. setelah dipikir-pikir, benar juga apa kata beliau. Ya, apa salahnya kali ini mencoba menjadi panitia. Setidaknya untuk menjadi Relawan Pengajar lagi, mungkin saya bisa coba di kota lain.
Dengan tekad yang bulat dan dengan mengucapkan basmalah, kumantapkan hati untuk mendaftar sebagai panitia.. dan Alhamdulillah,, diterima 🙂

Dan tibalah kopdar pertama.. ternyata yang bisa hadir hanya kami berempat. Tak banyak yang dibahas saat itu. Hanya perkenalan dan tentang sosialisasi KI kedepannya.

Kopdar selanjutnya, yang hadir lumayan banyak. Yang dibahas saat itu pun juga banyak. Mulai dari menggencarkan sosialisasi hingga pembagian tugas oleh koordinator yang ternyata oppo’ki lagi..hihihhi. Ya,di kopdar kedua inilah tugas sebagai anggota Tim Recruitment dimandatkan kepada saya. Bingung, tak mengerti apa yang harus dilakukan. Apalagi kak Nuby, sang koord. Tim Recruitment tak bisa hadir di kopdar karena urusan kantor dan kampus. Hiks.. 😦

Mulailah hari-hariku dipenuhi kegiatan KI. Dari nyebar-nyebar info lewat sosmed, ikut kopdar tiap pekan, bahkan SKSD sama temen-temen Relawan dari luar kota.. Ya, menjadi salah satu orang yang terlibat dalam kegiatan ini menjadikanku berkenalan dengan relawan lainnya via sosmed. Bahkan sesaat setelah kecelakaan yang saya alami di Pinrang diupload, ada teman dari KI Pinrang yang menawari tempat nginap.. Alhamdulillah, senangta’mi.
Banyak kisah di setiap kopdar yang kami lakukan. Mulai dari hadirnya kue & gorengan yang selalu dinanti, insiden biskuit kelapa saat mati lampu, diriku yang dibully, hingga pembicaraan yang serius dan dibawa bercanda.. ya, ada-ada saja kisahnya. Saking senangnya ikut kopdar, tak satupun jadwal yang ingin kulewatkan. Bahkan saat pulang kondangan pun, masih saya sempatkan untuk ikutan, ya, dengan gaun dan untungnya tak ada make-up. Bila hujan, kopdar pun dilakukan via online.. hiihihih.  Sayang seribu sayang, tugas di kantor, sakit yang melanda, hingga tak adanya tebengan, membuat saya tak bisa menghadiri seluruh kopdar. Aaahhh,,kegiatan ini sepertinya akan selalu kurindukan.

Ternyata menjadi relawan panitia tidaklah mudah. Banyak yang harus dikerjakan. Pergi kesana, pergi kesitu. Melakukan ini, melakukan itu. Salut sama teman-teman yang rela meluangkan waktunya untuk mengurus semuanya. Apalagi mendekati hari Briefing, aksi kabur-kaburan dari  kantor pun juga dijalankan, hahaha…

Hey Min,, mana kisah Cinta Berseminya?? Sabaaarr,, yg tadi baru pemanasan 🙂

Hari Briefing…
Saya yang bertugas untuk memastikan kedatangan para Relawan Pengajar dan Dokumentator, mulai panik. Hari itu pulsa menipis, tak sempat beli pulsa karena harus ngotak-ngotakin konsumsi briefing sebelum berangkat lembur ke kantor. Untungnya kak Maulana bersedia menggantikan tugasku untuk menghubungi para Relawan. Ya, hari itu, hari Sabtu (28/02/2015), saya ditugaskan lembur karena belakangan saya jarang dikantor. Ya, efek kabur-kaburan demi kegiatan Kelas Inspirasi. Untungnya, lokasi Briefing tak jauh dari kantor. Bisa ditebak, ujung-ujungnya, saya kabur lagi dari pekerjaan. Hehehe…

Sampailah saya di lokasi briefing. Udah ramai ternyata. Ada dua orang Pengajar Muda dari Majene, Mbak Okky dan Mas Ebi, yang juga ikut andil dalam kegiatan Briefing ini. Banyak wajah-wajah baru rupanya. Tapi beberapa diantaranya sudah ada yang saya kenal. Mulai dari Relawan tahun lalu, senior di kampus, teman sekolah, hingga teman di dunia maya. Acara telah dimulai dan dibuka oleh pak Asisten III. Walaupun sempat ada miskomunikasi antara pihak sekolah dan kami, Alhamdulillah, briefingnya berjalan dengan lancar.

Tibalah hari yang dinanti, Hari Inspirasi…
Saya bertugas di SD Simbuang II sebagai videographer bersama kak Slamet (PJ Simbuang II), Bu Ana (Akuntan), Kak Uni (Perawat), kak Hasran (Staf Humas), dan Kak Adi (Polisi). Tepat pukul 06.22 pagi, kami berangkat menuju ke sekolah. Ternyata sesampainya kami disana, belum ada seorang pun di sekolah, baik itu murid ataupun guru-gurunya. Wah, ternyata kami kecepatan. Mungkin karena kami terlalu semangat.. hahaha
Selang beberapa menit kemudian, satu per satu murid bermunculan. Tapi lucunya, mereka malah kabur menjauhi kami karena malu-malu. Mereka malah ngumpul di pojokan sekolah. Kuhampiri mereka dan mulai menyapa. Dan,aaahh.. mereka masih tersipu malu.
Akhirnya, guru-guru mulai berdatangan. Pengawas sekolah pun juga ada. Beliau bertugas sebagai pembina upacara. Kami pun juga turut mengikuti proses upacara dengan hikmat. Sudah lama sekali rasanya tak mengikuti upacara. Terakhir saat saya masih duduk di bangku SMA, sudah bertahun-tahun lamanya.

Upacara pun usai. Kami pun mulai memperkenalkan diri di hadapan adik-adik siswa. Saya baru sadar, ternyata jumlah murid disana untuk tiap kelasnya bisa dihitung dengan jari, sangat sedikit. Paling banyak ada 15 orang. Belum lagi adik-adiknya pada cilik-cilik semua alias mungil-mungil. Tapi tetap saja, mereka unyu-unyu, hihiihih.. Apalagi si Fitri, adik kelas 1, paling suka banget sama dia >____<

Tepat jam 08.00, saatnya kami bertugas. Masing-masing relawan mulai mengajar di kelas yang telah ditentukan sebelumnya. Sedang saya, mulai sibuk mondar mandir mengambil gambar para relawan yang sedang mengajar. Yah, belajar dari videograferku tahun lalu, kali ini, sayalah yang bertugas. Ternyata seru dan menyenangkan. Agak lelah memang, tapi itu terbayarkan saat melihat wajah adik-adik yang tersenyum dan bertingkah lucu. Ahh,, kalian memang obat penghilang lelah yang mujarab. Entah kenapa, melihat senyuman kalian sudah bisa membuat hati ini bahagia.

Ada pertemuan ada pula perpisahan. Sudah waktunya closing ceremony. Relawan pengajar kami sudah menyiapkan kertas warna-warni  yang nantinya akan dibuat pesawat-pesawatan oleh adik-adik. Lengkap dengan confetti dan pesawat impian mereka yang diterbangkan, kami menutup kegiatan kelas inspirasi. Aaahh,, sedih rasanya meninggalkan adik-adik ini. Ya, meskipun itu hanya pesawat kertas yang bisa robek kapan saja, tapi kami berharap impian kalian tetap mengangkasa. Hujan pun mulai turun. Kami harus bergegas pulang. Apalagi jalur yang kami lewati cukup rawan bila hujan sudah mengguyur jalanan.  Kami pun berpisah dijalan dan berjanji untuk bertemu kembali saat refleksi.

Selesai?? Belum. Tugasku belum selesai. Sebagai videographer, saya masih harus mengedit beberapa video untuk ditampilkan saat refleksi. Ya, untuk sementara, edit seadanya dulu deh, pikirku saat itu. Hujan pun semakin lama semakin lebat saja. Satu per satu panitia bermunculan di basecamp, sebagian lagi sudah ada di Aula Diknas, tempat refleksi diadakan.  Ya, acara Refleksi pun terpaksa diulur waktunya dari jam 2 siang hingga setengah 4, menunggu kedatangan para relawan yang terjebak hujan saat itu.

Kegiatan refleksi pun dimulai. Awalnya ada ice breaking dari kakak-kakak Pengajar Muda, kemudian dilanjutkan dengan sharing cerita dari para relawan tentang pengalaman mengajarnya. Dari beberapa cerita mereka, ternyata banyak sekolah yang meminta untuk dikunjungi kembali. Wah,, respon yang positif. Apalagi para relawan juga tak kalah semangatnya saat menyampaikan pengalamannya saat mengajar, bercerita tentang keseruannya serta susahnya menjadi guru sehari.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dan foto-foto para relawan dokumentator. Setelah itu para relawan kemudian menuliskan harapan-harapan mereka, di pandu oleh Pengajar Muda. Kegiatan Refleksi pun ditutup dengan foto bersama.

Ternyata keseruan refleksi tidak sampai disitu. Para Relawan masih asyik ber-selfie ria hingga azan magrib tiba. Relawan Pengajar dan Dokumentator sudah pulang terlebih dahulu. Sedangkan kami, panitia, harus tetap stay di tempat, membereskan semua perlengkapan, dan tentu saja.. lanjut berselfie ria…hehehe

Min,, kisah cintanya mana??
Hehehe, ini memang bukan tentang kisah cinta antara dua makhluk guys..

Ini hanya kisahku yang jatuh cinta dengan kelas inspirasi.

Ya, aku  jatuh cinta

Jatuh cinta dengan KEBERSAMAAN relawan panitia

untuk setiap waktu yang dilalui

dan bully-an yang mungkin akan aku rindukan

Jatuh cinta pada ADIK-ADIK yang kutemui di setiap sekolah.

dengan tawa lepas dan kepolosan

serta mimpi-mimpi yang mereka cita-citakan

Jatuh cinta pada SEMANGAT para relawan

Yang bersedia cuti dan berbagi lewat profesi

Demi membangun masa depan negeri…

Ya, cintaku bersemi disini,, di KELAS INSPIRASI…

Terima kasih karena telah mempertemukanku dengan relawan panitia yang begitu bersemangat, mempertemukanku dengan relawan pengajar dan mempertemukanku dengan kakak-kakak Pengajar Muda.

Terima kasih untuk semuanya…
dan untuk kamu..iya, kamu.. terima kasih telah mewarnai hidupku, hihihi 😀
Salam Inspirasi,

Rosmini__Relawan Panitia & Videografer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s