Posted in Jalan-Jalan Yuk

XPDC ke Hutan Mangrove

Sabtu kemarin (31 Jan 2015) , saya dan teman-teman relawan KI Mmj#2 berencana mengunjungi tempat wisata Hutan Mangrove di daerah Tadui. Ide ini tetiba tercetus gegara kami batal ceklok ke sekolah akibat hujan yang tak kunjung reda. Ya, sembari mempererat tali silaturahim, semangat pun sepertinya harus di re-charge. Mulailah disusun  rencana dari siapa yang bisa pergi, kendaraan apa yang akan digunakan sampai pada menu utama yang nantinya akan disantap. Bereslah sudah.

Ahad pagi (1 Feb 2015), sekitar jam 10.00 WITA, kami berkumpul di meeting point yang telah ditentukan. Satu persatu teman relawan dijemput. K’Maulana sekeluarga, k’Shandy, k’Slamet, k’Sri, k’Tika, k’Zackya, dan saya. Hmm.. komplit sudah member yang ikut. Oke.. Let’s Go!! Berangkatlah kami.Untitled 1

Namun tak disangka tak diduga, di daerah Trans, ban motor yang saya dan k’Zackya kenakan bocor. Dan itu motor k’Slamet (maafkan kami kak TT-TT). Hampir satu jam lebih motor itu di bengkel. K’Tika dan k’Sri memutuskan untuk melaju lebih dulu. K’Maulana sekeluarga sudah di Bone-Bone. Sementara saya dan k’Zackya memilih untuk menunggu motor itu selesai dioperasi di bengkel. Hmm… cukup lama. K’Slamet menyuruh kami untuk menyusul yang lain. Sempat bingung. Kami nggak tau jalan menuju hutan mangrove.
Untitled 3 Yah, kalaupun kami nyasar, nanti juga bakalan ketahuan, Hahhaha.. Motor pun kembali melaju. Kali ini kami memakai motor k’Shandy. And finally, we meet again.

Untuk masuk ke tempat wisata, kami harus melalui jalan setapak. Jalanannya agak licin akibat hujan kemarin. Ada firasat yang tak enak saat motor mulai melaju. Dan benar saja, saya dan k’Zackya jatuh dari motor. Kaki k’Zackya terjepit motor, sedangkan kamera yang saya pegang terlepas dari tangan. Untung ada seorang ibu penduduk disitu yang menolong kami. Akhirnya,motor diambil alih oleh k’Iffah. Sementara saya dan k’Zackya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.  Semoga kaki k’Zackya nggak apa-apa. Alhamdulillah, akhirnya sampai di tempat parkir.Untitled

Kami harus berjalan lagi sekitar 5-10 menit menuju gazebo di kawasan wisata. Kami harus melewati jembatan-jembatan kecil yang terbuat dari bambu. Sedikit was-was karena beberapa bambunya sudah ada yang mulai rapuh. Tapi perjalanan tak boleh berhenti. Daaaaannn… sampai lah kami. Untitled 4

Tak perlu menunggu waktu lama. Perut mulai meminta haknya. Ikan yang dibawa langsung dibakar. Nasi, buras, lalapan dan sambal mulai ditata. Sementara menunggu ikannnya matang, saya sibuk fotoin kakak-kakak relawan, hihihi… Malah saya sempat bertemu dengan teman SMP disana yang juga lagi rekreasi dengan teman-temannya.

Ikan matang, yeyeyye… kangMakang dimulai.Untitled 5

Bismillah.. Nyaaammm .. enak enak..
Kejadian ban bocor hingga jatuh dari motor pun seketika terlupakan. Tapi pem-bully-an terhadap diriku tetap berlanjut, hiks.. Guyonan demi guyonan kuterima. Sepertinya tak afdhol bagi mereka bila tak mem-bully-ku, hahhaa.. Tak mengapa. Setidaknya mereka masih membolehkanku makan 😀

Alhamdulillah, nyang kenyang. Makan-makan rebes, and now.. it’s time to futu-futu, hihiihi…
Dari foto eksis, gaya narsis, hingga video yang kocak abis. Senang rasanya ngumpul-ngumpul gini. Coba aja relawan panitianya lengkap, mungkin akan lebih seru, pikirku.
Jam 14.00….saatnya pulang. Tapi, cuaca tak lagi bersahabat. Gerimis mengundang dan tetiba hujan. Hoaamm… perut kenyang ditambah hujan, sedikit menggoda mata untuk terpejam sejenak. Ditambah alunan lagu “Kiss The Rain” yang kuputar, membuat k’Slamet dan k’Shandy terlelap. *zzzZZZ*untitled 8
Jam 14.35, hujan reda. Dan kali ini kami harus benar-benar pulang. k’Slamet dan k’Shandy juga udah bangun. Kembali kami melewati jembatan bambu menuju tempat parkir. Sesuai dugaan, jalan setapak semakin licin akibat diguyur hujan. Motor dibawa oleh k’Shandy, k’Slamet, k’Maul dan k’Iffah, sementara saya dan lainnya berjalan kaki hingga jalan poros. Berkali-kali sendalku tertancap di lumpur. Rasa-rasanya, seperti habis main di sawah. Kakiku benar-benar penuh lumpur.

Yeay, akhirnya keluar juga dari jalan setapak. Saatnya putar balik motor. Kami pun beriringan pulang menuju kota. Tapi apa daya. Jalan pulang pun tak semulus perkiraan. Lagi-lagi motor yang saya dan k’Zackya kenakan kembali masuk bengkel (maaf yah k’Shandy TT-TT). Ban belakangnya bocor dan pentil bannya bermasalah. Hampir saja kami tak pulang. Beruntung ada k’Iffah dan K’Maulana yang ngerti motor. Ya ALLAH, terima kasih karena telah mempertemukanku dengan mereka (sambil nahan tangis). ???????????????????????????????
Kami sengaja tak memberitahukan ini ke k’Shandy hingga beliau yang menghubungi kami terlebih dahulu. Dan walah,, telepon berdering. k’Shandy dan k’Slamet sudah tiba di meeting point sedangkan kami masih di bengkel. Maaf.. maaf…

Jam 15.47, ban motor selesai di tambal. Sayangnya, motor nggak bisa di stater.. Haduuh,, cobaan apalagi ini?? Bergantian orang-orang di bengkel mencoba menyalakannya. Bahkan kami menduga bensinnya yang mungkin habis. Tapi, lagi-lagi kami tak bisa membuka jok motor untuk mengecek bensinnya masih ada atau tidak. Kuyakinkan diri, teringat bahwa ALLAH tidak akan memberi ujian diluar kemampuan hambaNya. Dan Alhamdulillah, mesinnya nyala..

Senang rasanya. Akhirnya bisa balik juga ke rumah,, hiks..
Terima kasih kakak-kakak relawan. Pengalaman trip kali ini begitu berkesan. Saking berkesannya, banyak cobaan yang harus dirasakan. Ya, sekiranya ada satu cerita lagi yang bisa aku kisahkan.. Love U kaliaaaaaannn >____<

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s